This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Menhan Malaysia: RI-Malaysia Tak Akan Perang



Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia beberapa kali sempat memanas. Memanasnya kedua negara dipicu banyak hal mulai dari persoalan perbatasan sampai saling klaim budaya.

Kisruh itu sempat membuat sebagian warga Indonesia pun berang dengan sikap Malaysia. Bahkan, ada sebagian kalangan yang mendesak agar Indonesia menggunakan cara militer untuk menyelesaikan persoalan kedua negara.

Lalu bagaimana tanggapan Menteri Pertahanan Malaysia, Ahmad Zamid bin Hamidi?.

"Jauhkan pikiran dari perang-perangan. Malaysia dan Indonesia tidak akan berperang,” kata Ahmad dalam seminar Revitilisasi Industri Pertahanan untuk Kemandirian Alutsista dan Perluasan Pembangunan Ekonomi di Auditorium Wisma Antara, Rabu, 18 Mei 2011.

Ahmad mengungkapkan, Prancis dan Inggris saja memiliki bahasa berbeda namun mereka bekerja sama dalam pertahanan untuk membentuk industri pertahanan yang canggih. “Apalagi Indonesia dan Malaysia yang bicara dalam satu bahasa, seharusnya juga bisa meniru langkah Prancis dan Inggris.”

Menurut Ahmad, kerja sama negara ASEAN di bidang pertahanan akan meningkatkan perdagangan antar negara ASEAN dan juga memaksimalkan kesempatan bisnis dan menciptakan sinergi antara negara-negara ASEAN.

“Beberapa negara ASEAN memiliki pertahanan yang tangguh di masa lalu. Ambil contoh Singapura yang telah mengekspor roket ke Brunei [Darussalam], Malaysia yang mengekspor truk ke Brunei, dan Indonesia yang mengekspor pesawat CN-235 ke Malaysia dan senapan ke Filipina,” tutup Ahmad.
• VIVAnews

Diancam Pemerintah, Ini Jawaban BlackBerry



Research In Motion Company akhirnya angkat bicara soal kegeraman pemerintah atas langkah RIM yang membangun pabrik BlackBerry di Malaysia. RIM mengaku akan tetap berkomitmen penuh terhadap pemerintah Indonesia.

"Kami menikmati kemitraan yang kuat dan antusiasme positif yang luar biasa dari produk BlackBerry kami," kata RIM dalam surat elektronik menjawab pertanyaan VIVAnews.com, Kamis 8 September 2011.

RIM mengatakan, seperti pada telepon pintar yang lain, produsen telepon asal Kanada ini mengatakan telah merencanakan produksi yang berbasis global. "Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah dan mitra operator kami untuk mencapai tujuan kita bersama," katanya.

Selain itu, RIM juga memastikan Indonesia adalah salah satu tempat terbaik di dunia bagi perusahaan telekomunikasi.

Sebelumnya, Rabu lalu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan geram terhadap RIM atas rencana pembangunan pabrik mereka di Malaysia. Sebab, pasar BlackBerry Malaysia jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Gita mengatakan pasar telepon pintar asal Kanada itu di Indonesia sangat besar. Di Indonesia tahun ini saja RIM menargetkan penjualan 4 juta unit dengan harga rata-rata US$300 per unit. Sedangkan di Malaysia, RIM tak akan mampu menjual lebih dari 400 ribu unit. "Cuma sepersepuluhnya Indonesia, tapi mengapa membangun pabriknya di Malaysia," Gita mempertanyakan.

Atas masalah ini pemerintah tengah mengkaji pemberian disinsentif kepada perusahaan yang memiliki pangsa besar di Tanah Air, namun tidak membangun pabrik di Indonesia. "Menteri Perindustrian sudah mengambil sikap," katanya.

Hingga kini, menurut Gita, pemerintah saat ini masih terus menginventaris produk-produk yang dikonsumsi dengan skala besar, namun tidak memiliki pabrik di Indonesia. "Tidak ada alasan mereka tidak produksi di Indonesia," katanya.
• VIVAnews

Daya Saing RI vs Malaysia, Siapa Lebih Unggul



Keputusan produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) yang membangun pabriknya di Malaysia membuat kesal pemerintah. Padahal, pasar BlackBerry di Indonesia sangat luas dibanding Malaysia.

Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Silmy Karim, mengatakan pihaknya telah bernegosiasi langsung dengan RIM beberapa waktu lalu, namun Indonesia dianggap belum siap untuk tujuan investasi itu. Silmy juga mengakui tingkat daya saing Indonesia lebih rendah dibanding Malaysia.

Bagaimana perbandingannya?

Laporan World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Report 2011-2012 menunjukkan Indonesia berada di posisi 46, atau dua kali lipat di bawah Malaysia yang berada pada peringkat 21 dunia (skor 5,1). Peringkat Malaysia naik 5 poin dari sebelumnya 26, sedangkan peringkat Indonesia justru turun 2 poin dibanding tahun lalu yang semula 44.

Kenaikan peringkat daya saing Malaysia ini ditunjang kemajuan institusinya dan kondisi makroekonomi, seperti ukuran efisiensi pasar. Keunggulan lainnya yaitu memiliki kinerja efisien dalam hal sektor finansial --menempatkan negeri jiran ini sebagai negara yang paling maju--, setelah Singapura dan Hong Kong atau berada di peringkat 3. Sementara itu, Indonesia jauh tertinggal di peringkat 69.

Indonesia memilki keunggulan dalam hal volume pasar yang berada di peringkat 15, dibanding Malaysia di posisi 29. Keunggulan Indonesia yang lain yaitu kondisi makro yang berada di peringkat 23, dibanding Malaysia di posisi 29, yang memiliki defisit anggaran 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, untuk sektor lain, harus diakui Malaysia lebih unggul dibanding Indonesia, seperti infrastruktur yang menempati peringkat 26. Sementara itu, Indonesia tertinggal di peringkat 76. Tingkat efisiensi tenaga kerja, Malaysia menempati peringkat 20, sedangkan Indonesia berada di peringkat 94.

Indonesia juga perlu mengejar kesiapan teknologi yang berada di peringkat ke-94, sedangkan Malaysia 44.

Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki populasi penduduk 27,9 juta jiwa, dengan PDB US$238 miliar dan PDB per kapita US$8.423. Sementara itu, Indonesia memiliki populasi 232,5 juta jiawa dengan PDB US$706,7 miliar dan PDB per kapita US$3.015. (art)
• VIVAnews

Malaysia Selamatkan 46 WNI Penyelundup



Malaysia menyelamatkan 46 warga Indonesia saat perahu yang mereka tumpangi tenggelam. Mereka diduga ingin menyelundup kembali ke Malaysia setelah dipulangkan pihak berwenang.

Menurut seorang pejabat Badan Penegakan Maritim Malaysia, seperti yang dimuat laman harian The Straits Times hari ini mengatakan bahwa para warga Indonesia itu dicurigai sebagai imigran ilegal. Perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya kandas di lepas pantai negara bagian Johor pada Selasa dini hari waktu setempat.

Peristiwa itu terjadi di tengah cuaca buruk. Menurut pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu, awak kapal mengirim panggilan darurat namun petugas maritim perlu waktu sepuluh jam untuk menemukan mereka. Para imigran itu berhasil diselamatkan beberapa saat sebelum perahu mereka tenggelam.

Mereka lalu harus menjalani pemeriksaan, namun kapten kapal berhasil kabur saat perahunya tenggelam. Sebelum tenggelam, perahu itu direncanakan menuju Pulau Batam, namun tampaknya berupaya menyusup lagi ke Malaysia.

Sejak awal tahun ini, menurut The Straits Times, ratusan WNI ditahan di Malaysia karena berupaya masuk ke negeri itu secara ilegal. Mereka berupaya mencari kerja, baik sebagai buruh bangunan maupun pekerjaan lain di sana.

Bulan lalu, tujuh WNI dikabarkan hilang dan 17 lainnya berhasil diselamatkan setelah perahu mereka terbalik di lepas pantai Johor. (eh)
• VIVAnews

Indonesia atau Melayu Bahasa Resmi ASEAN?



Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso, menegaskan bahwa Bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai bahasa komunikasi diantara negara-negara ASEAN. Dalam pertemuan parlemen negara-negara ASEAN, delegasi Indonesia telah mengusulkan hal tersebut.

"Delegasi RI dengan penuh pendirian mengusulkan Bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai bahasa resmi ASEAN, disamping juga Bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa komunikasi kita," ujar Priyo di DPR RI, Jakarta, Jumat 23 September 2011.

Meskipun belum semua parlemen negara anggota ASEAN menyetujui, lanjut Priyo, usulan tersebut akan terus diperjuangkan. "Kita akan yakinkan nanti, khususnya untuk Filipina dan Singapura, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama mereka mau setuju gagasan ini," kata Priyo.

Menurut Priyo, hal ini penting karena Bahasa Indonesia digunakan oleh banyak orang yang merupakan penduduk di negara ASEAN. "Selain Indonesia, kita ketahui di Malaysia, mereka gunakan Bahasa Melayu (akar Bahasa Indonesia) separuh penduduknya. Filipina yang keberatan juga ada kurang lebih 5 persen penduduknya di Moro dan sekitarnya yang mengunakan Bahasa Indonesia," kata Priyo.

Selain itu, lanjut Priyo, di Kamboja ada daerah tertentu juga yang penduduknya menggunakan Bahasa Indonesia.

"Dalam pertemuan parlemen se-ASEAN yang akan dilaksanakan Oktober tahun depan, di Yogyakarta atau Lombok, mudah-mudahan usulan ini akan disetujui dan lolos secara aklamasi," kata Priyo.

Sebelumnya, usulan berbeda diutarakan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Budaya Malaysia Rais Yatim. Ia mengusulkan Bahasa Melayu sebagai Bahasa ASEAN. "Baik sekali kalau ada usaha kita untuk menyandingkan bahasa Melayu dengan Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Arab, agar dia menjadi suatu lingua franca (bahasa pengantar)," kata Rais Yatim di Aula Gubernur Sumbar, di Jalan Sudirman, Padang, Jumat 23 September 2011.

Bahasa Melayu mana yang akan diusulkan "Yang penting kita tegasnya, Bahasa Indonesia-Bahasa Melayu adalah bahasa serumpun," ungkapnya. Ia berpendapat, untuk saat ini yang penting dilakukan adalah dengan membangun konteks persamaan dibanding mencari perbedaan.

Untuk diketahui, seperti halnya Indonesia, Malaysia menyebut bahasa resminya adalah Bahasa Malaysia. Meski berakar dari Bahasa Melayu.
• VIVAnews

Sabtu, 10 September 2011

Tim Merah Putih Terancam Masuk Kotak



Peluang Indonesia lolos dari fase grup Prakualifikasi Piala Dunia 2014 semakin berat setelah gagal memanfaatkan laga kandang. Jangankan meraih kemenangan, seri pun tim asuhan Wim Rijsbergen tak mampu.

Indonesia ditaklukkan Bahrain 0-2 dalam laga kedua Grup E yang sempat terhenti selama 15 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa malam, 6 September 2011.

Padahal, kemenangan dalam bidikan Rijsbergen. "Kemenangan sangat penting bagi kami. Saya akan menanamkan mental kemenangan pada para pemain," ikrar Wim dalam jumpa pers sebelum pertandingan.

Menurut Wim, kekalahan dari Iran justru menjadi pelajaran berharga bagi Garuda Merah Putih. "Iran merupakan tim tangguh dan lebih baik dari kami. Mereka lebih berkualitas dan berpengalaman. Kami berharap bisa mengambil pelajaran dari laga melawan mereka." Sayangnya, harapan Wim tak menjadi kenyataan.

Hasil itu memang belum menutup peluang Tim Merah Putih. Tapi, mengingat perjalanan berikut Bambang Pamungkas cs, maka hasil ini kurang menguntungkan, baik secara posisi maupun mental psikologis.

Dalam dua laga, Indonesia selalu kalah. Dengan raihan nirpoin. Akibatnya, tim Merah Putih berada di posisi buncit Grup E.

Padahal, secara psikologis Tim Merah Putih butuh bangkit setelah hancur di kandang Iran akibat kekalahan 0-3 di laga pertama. Jika mampu menang maupun meraih poin di laga melawan Bahrain, maka mental Cristian Gonzales cs dipastikan bangkit kembali. Peluang Indonesia pun selalu terjaga

Apa daya, semua usaha telah dikerahkan. Striker tajam Boaz Solossa kembali bermain sebagai starter. Bek sayap yang rajin menyerang Mohamad Nasuha juga tampil sejak awal. Demikian pula gelandang bertahan Ahmad Bustomi, tandem Firman Utina di lini tengah Tim Garuda.

Wim Rijsbergen kembali memasang formasi andalan 4-2-3-1 dengan menempatkan trio penyerang Boaz Solossa, Bambang Pamungkas dan Muhamad Ridwan di belakang target man Cristian Gonzales. Beberapa kali umpan jauh diarahkan ke Boaz, dan hanya ia yang mampu melakukan penetrasi di kotak penalti Bahrain.

Sayangnya, tumpuan serangan Timnas hanya mengarah ke Boaz. Striker Persipura Jayapura ini memang tak egois, terbukti dengan umpannya ke Bepe di menit 17 berhasil ditanduk dan nyaris membobol gawang Bahrain.

Tapi, seperti tak ada penghubung antara lini tengah dan depan Timnas. Serangan Tim Merah Putih pun macet.

Apalagi, lini belakang Bahrain sangat disiplin. Tak ada pemain Indonesia yang dibiarkan lama-lama menguasai bola. Boaz, Ridwan, Bepe maupun Gonzales selalu diganggu, bahkan ditekel oleh bek-bek Bahrain jika sudah terlihat mulai berakselerasi.

Selain itu, pola yang dijalankan Timnas juga tak berjalan lancar. Sentuhan Rijsbergen kurang terlihat karena para pemain Indonesia lebih banyak bermain dengan umpan-umpan panjang, bukannya mengandalkan umpan-umpan pendek sebagai keunggulan selama ini.

Mantan striker tim nasional Indonesia, Bambang Nurdiansyah menilai permainan cepat dengan umpan-umpan pendek bisa menjadi senjata ampuh. "Pola tim saat ini jauh lebih bagus, mereka mampu main umpan-umpan pendek dengan cepat. Itu terlihat ketika melawan Turkmenistan lalu dan harus dimaksimalkan. Jangan seperti ketika melawan Iran, tidak terlihat sama sekali skema permainannya. Tapi, saya yakin pelatih (Rijsbergen) sudah melakukan evaluasi," ucap Banur.

Dalam posisi tertinggal seusai kecolongan oleh gol bek Bahrain, Sayed Dhiya Saeed Ebrahim di injury time babak I, permainan Indonesia tak kunjung berkembang di babak II. Rijsbergen justru mengganti gelandang serang Firman Utina dengan Hariono di awal babak II. Timnas pun memainkan dua gelandang berkarakter nyaris sama: Ahmad Bustomi dan Hariono.

Di sinilah peran 'pembisik' yakni para asisten Rijsbergen diperlukan. Apalagi, pelatih asal Belanda ini hanya punya waktu sekitar sebulan untuk mempersiapkan Timnas.

Mantan pemain Timnas, Risdianto menyebut Tim Merah Putih masih butuh sentuhan Rahmad Darmawan. RD pernah menjadi asisten Wim saat Indonesia menghadapi Turkmenistan di babak kedua PPD 2014. Di leg 1, Indonesia mampu menahan 1-1 di kandang Turkmenistan dan berhasil menang 4-3 di leg 2.

Tapi kini, RD difokuskan untuk menangani Timnas U-23 yang diproyeksikan ke SEA Games 2011. Padahal, RD sangat mengenal para pemain karena nyaris menangani mereka semua di beberapa klub Indonesia.

"Waktu masih ada RD (Rahmad Darmawan), Indonesia bermain lumayan. Jadi seperti ada yang 'hilang'," ujar Risdianto. "Saat melawan Iran, umpan-umpan pendek tidak ada. Dan kemauan (strategi) pelatih seperti apa tidak jelas."

Sebaliknya, Bahrain mampu bermain dengan tenang untuk meredam permainan Indonesia. Tak terlihat sama sekali bayang-bayang kekalahan 1-2 dari Indonesia pada pertemuan terakhir di Piala Asia 2007, juga di tempat yang sama.

Pasukan Merah Bahrain juga tak peduli dengan rekor kurang bagus yakni hanya menang sekali, dua kali seri dan dua kali kalah dari Indonesia dalam lima pertemuan selama ini. Tampaknya, kewaspadaan tinggi pelatih Bahrain, Peter Taylor kepada seluruh pemain Indonesia berbuah manis. Apalagi, Taylor mengaku sudah mengantongi kekuatan Tim Merah Putih setelah Indonesia berujicoba melawan Yordania.

"Saya sudah melihat saat Indonesia melawan Yordania. Menurut saya, organisasi permainan Indonesia cukup bagus," ujar Taylor saat jumpa pers jelang laga, Senin 5 September 2011.

Kendati Indonesia kalah 0-1 dari Yordania, Taylor menilai Pasukan Garuda tak pantas dianggap remeh. Sebaliknya, pelatih asal Inggris itu menganggap bahwa semua anak asuh Wim Rijsbergen harus diwaspadai.

Masuknya Boaz Solossa yang sempat absen lawan Iran juga akan menambah kekuatan Merah Putih. "Sebagai pelatih, saya menghormati setiap tim yang kami hadapi," katanya.

"Saya terkesan saat Indonesia melawan Yordania. Saya harus mempersiapkan permainan terbaik dan semua pemain Indonesia berpotensi membahayakan kami," imbuh Taylor.

Dihentikan

Pertandingan sempat dihentikan pada menit 74 oleh wasit asal Korea Selatan, Lee Min-hu akibat petasan yang diletupkan para penonton Indonesia di SUGBK dianggap telah mengganggu jalannya pertandingan. Lee terlihat berkonsultasi dengan perwakilan AFC.

Wasit Lee sempat akan menghentikan pertandingan saat memasuki menit 65 karena petasan yang dianggap mulai mengganggu pertandingan. Setelah melakukan konsultasi dengan match commissioner dari AFC, wasit kembali melanjutkan pertandingan. Namun, setelah 10 menit kemudian suara petasan masih terdengar, Min Hu menghentikan pertandingan.

Penonton tampaknya kecewa setelah Timnas ketinggalan 0-2 sejak menit akibat gol Ismaeel Latif di menit 71. Waktu normal 19 menit dalam kondisi permainan Timnas yang kurang bagus mengecewakan suporter.

Kubu Bahrain pun memilih masuk kamar ganti setelah pertandingan dihentikan sekitar 5 menit. Itu setelah pengawas pertandingan menyatakan pertandingan tak layak diteruskan.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin coba melobi pengawas pertandingan. Tapi, stadion tampak sangat berkabut oleh banyaknya petasan yang dibakar suporter Indonesia.

Setelah sempat terhenti 15 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali. Sayangnya, hasil tak berubah. Peluang Indonesia pun semakin berat. Dua kekalahan ini membuat Tim Merah Putih terancam masuk kotak. (sj)
• VIVAnews

Bahrain Semakin Yakin Bersaing dengan Iran



Kemenangan 0-2 yang diraih Bahrain atas Indonesia pada laga kedua mereka di putaran III babak penyisihan Grup Pra Piala Dunia 2014, membuat pelatih mereka, Peter Taylor semakin optimis bisa berkompetisi dengan Iran disebut-sebut sebagai tim paling diunggulkan di Grup E.

Dengan kemenangan atas Indonesia, maka untuk sementara Bahrain menjadi pemuncak klasemen dengan meraih empat poin hasil dua kali bertandingan. Mereka menggeser Iran yang baru akan bermain menghadapi Qatar pada pukul 23.30 WIB malam ini, Selasa, 6 September 2011.

Berbicara dalam konfrensi pers usai pertandingan, Taylor mengaku senang dengan hasil positif yang diraih oleh timnya. Dia juga sekarang semakin yakin anak-anak asuhnya akan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya di Grup E, termasuk Iran sebagai yang paling diunggulkan.

"Saya senang dengan kemenangan ini. Hanya ada sedikit ganjalan karena tim gagal memanfaatkan beberapa peluang yang sempat diraih," ujar Taylor kepada wartawan.

"Organisasi permainan cukup rapi. Melawan Qatar kami tidak memiliki peluang mencetak gol sama sekali, namun di sini kami banyak mendapatkan. Sekarang kami menjadi semakin yakin untuk bersaing dengan Iran," sambungnya.

Walaupun puas dengan kemenangan yang didapat, namun Taylor tetap sadar bahwa perjalanan timnya untuk mencapai kesuksesan masih panjang."Bahrain ada di posisi yang bagus dengan meraih empat poin. Tapi dengan empat laga tersisa, semuanya masih bisa berubah," pungkas mantan pembesut timnas Inggris U-21 tersebut.
• VIVAnews

Pelatih Bahrain Tetap Kagumi Pendukung INA

Walaupun terganggu dengan ulah suporter Indonesia, pelatih Bahrain, Peter Taylor tetap 'angkat topi' buat publik tuan rumah yang tidak henti memberikan dukungan kepada tim kesayangannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Diketahui pada pertandingan kontra Bahrain, aksi suporter timnas sempat menggangu jalannya pertandingan. Mereka sengaja menyalakan serta melempar kembang api ke lapangan sehingga membuat wasit harus menghentikan salah satu duel di putaran III babak penyisihan Grup E Pra Piala Dunia 2014 tersebut.

Taylor yang berbicara dalam konfrensi pers usai pertandingan agak menyesalkan sikap publik tanah air itu. Tapi di balik itu, secara jujur dia mengaku cukup salut dengan dukungan yang diberikan oleh para suporter Tim Merah Putih.

"Sedikit memalukan apa yang dilakukan oleh suporter tuan rumah. Tapi di balik itu saya juga kagum dengan dukungan penuh yang mereka berikan," cetus Taylor.

Indonesia, pada laga tersebut diketahui menelan kekalahan 0-2. Dengan hasil tersebut maka tim asuhan Wim Rijsbergen masih terus menghuni dasar klasemen Grup E tanpa mengenatongi sebeji poin pun. Sementara itu Bahrain duduk di posisi kedua dengan mengantongi empat poin, sama seperti Iran yang menjadi pemuncak dengan mencatat keunggulan produktiftas gol.
• VIVAnews

Metro Firman Utina: Kami Bagai Ayam Hilang Induk



Pelatih Indonesia, Wim Rijsbergen mengaku Indonesia layak kalah dari Bahrain pada laga Pra Piala Dunia 2014, Selasa 6 September 2011. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu, Tim Merah Putih bertekuk lutut dengan skor 0-2.

"Saya minta maaf atas kekalahan ini. Kami harus menerima kekalahan ini, karena para pemain mudah kehilangan bola walaupun hanya sedikit tekanan dari lawan. Intinya Indonesia memang layak kalah," ujar Wim dalam jumpa pers usai laga.

"Saya harus mencari pemain yang lebih segar, untuk menaikkan level permainan. Tim ini tidak layak bermain di level internasional," lanjut arsitek asal Belanda itu.

Gelandang tim nasional, Firman Utina lewat twitternya, @FirmanUtina_15, merasa tak seharusnya seluruh kesalahan dibebankan pada para pemain.

“Saat skarang kami bagaikan anak ayam yg di tinggal induknya. Tapi harus di ingat kita adalah 1 tim yg harus 1 dan tidak bercerai berai,” tulis Firman.

“Seharusnya kita cari solusinya sama"menir,” pungkas pemain 29 tahun itu.

Kekalahan ini membuat Indonesia terpuruk di dasar klasemen grup E dengan tanpa poin dari 2 pertandingan. Selanjutnya Indonesia akan menjamu Qatar pada 11 Oktober 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
• VIVAnews

Riedl Mungkin Kembali Tangani Laos




"Mungkin suatu hari saya akan bekerja lagi untuk Timnas."

Meski sempat dikecewakan PSSI, Alfred Riedl tetap membuka peluang melatih tim nasional Indonesia kembali di masa depan. Untuk sementara, Riedl akan kembali bernegosiasi dengan Laos.

"Mungkin suatu hari saya akan bekerja lagi untuk Timnas. Di bisnis gila seperti ini, Anda tak pernah tahu," sebut Riedl dalam e-mail kepada VIVAnews.

Sebelum menangani Tim Merah Putih, pria kelahiran Vienna, Austria, 2 November 1949 ini memang menangani tim nasional Laos era 2009-10. Laos yang ditanganinya mempermalukan Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2009. Setelah itu, Riedl malah ditawari menukangi Timnas senior dan U-23 proyeksi SEA Games 2011.

Sayangnya, seiring pergantian pengurus PSSI, Riedl ikut dipecat pada 13 Juli 2011 dan digantikan oleh pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen. Padahal, Riedl masih menyisakan kontrak sampai 6 Mei 2012.

Riedl lalu mengadu ke FIFA pada 12 Agustus lalu. Sambil menuntaskan urusan dengan PSSI dan menunggu keputusan FIFA selesai, Riedl akan kembali bernegosiasi dengan Laos.

"Saya akan terbang ke Laos dalam beberapa hari ke depan untuk bernegosiasi. Saya juga sempat mendapatkan beberapa penawaran di Indonesia. Tapi, jika tak ada hal yang istimewa, kemungkinan besar saya akan meninggalkan Jakarta dalam 2 pekan ke depan," tutur Riedl.

Akankah Riedl melatih Laos lagi? Ataukah akan berlabuh di negara ASEAN lainnya? Karena Riedl memang sangat mengenal atmosfer sepakbola Asia Tenggara.

Sebelum melatih Laos, ia pernah menukangi Vietnam tiga kali pada era 1998-2001, 2003-2004 dan 2005-2007. Pada era ketiganya, Riedl sukses meloloskan Vietnam ke babak 8 besar Piala Asia 2007.

Vietnam menjadi satu-satunya dari empat tuan rumah Piala Asia 2007 (bersama Indonesia, Thailand dan Malaysia) yang mampu lolos ke babak 8 Besar. Itulah salah satu bukti 'tangan dingin' Riedl.
• VIVAnews

Tak Ada Waktu Belanja Bagi Timnas di Qatar




Faktor kelelahan dituding sebagai salah satu penyebab kekalahan 2-0 timnas Indonesia dari Bahrain. Karena itu, guna menyiasati padatnya jadwal pertandingan, PSSI telah menyiapkan sebuah rencana.

November mendatang, timnas memang kembali dihadapkan padatnya jadwal pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Pada 11 November, Indonesia harus menyambangi Qatar dan empat hari kemudian menjamu Iran.

Guna mencegah pemain dilanda kelelahan fisik, PSSI bertekad mengantisipasi melesetnya jadwal kepulangan ke Tanah Air seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, usai menyambangi Yordania dan melawan Iran, tim besutan Wim Rijsbergen hanya punya waktu pemulihan satu hari. Firman Utina dan kawan-kawan terlambat kembali ke tanah air setelah mengalami kendala pemesanan tiket pesawat. Padahal, pasukan Bahrain telah tiba satu hari sebelum timnas kembali.

Pasukan Garuda baru tiba di tanah air pada Minggu malam atau 4 September dan keesokannya (Senin) langsung menjalani latihan pagi. Dan Selasa malam, Merah Putih harus menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasilnya Indonesia menelan kekalahan 2-0 dari Bahrain.

"Kami akan pesan tiket (pesawat) langsung setelah bertanding. Jadi, tidak ada waktu untuk belanja-belanja," tegas Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di kantornya, Kamis 8 September 2011.

Djohar menambahkan, kekalahan dari Bahrain bukan hanya disebabkan faktor kelelahan pemain. Ia meyakini bahwa lawan-lawan yang dihadapi Indonesia merupakan tim papan atas di Asia.
• VIVAnews

Benny Dolo Kecam Sikap Wim




Benny Dolo merupakan salah satu mantan pelatih timnas Indonesia yang berkarakter keras. Namun pelatih yang akrab disapa Bendol ikut gerah dengan sikap pelatih timnas saat ini, Wim Rijsbergen menanggapi kekalahan timnya dari Bahrain pada babak ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia.

"Saat pegang timnas, saya juga pernah marah-marah kepada pemain. Tapi saya langsung mendinginkan suasana dan tidak pernah menyalahkan pemain. Saya selalu ambil tanggungjawab atas permainan mereka. Dan semua pemain tahu itu," kata Benny saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 9 September 2011.

"Saya tidak pernah berkomentar bahwa ini bukan pemain saya. Atau M Ridwan, kaki kirinya tidak bagus. Harusnya sebagai pelatih, dia (Wim Rijsbergen) lah yang tahu hal ini. Ini dia seakan lepas tangan terhadap para pemainnya. Wajar bila Firman (Utina) melontarkan hal itu lewat twitternya," lanjut Bendol.

Suasana Timnas Senior pasca kekalahan 0-2 lawan Bahrain, Selasa, 6 September lalu dikabarkan sedang tidak kondusif. Sebagian besar pemain tim Merah Putih kecewa dengan sikap Wim di ruang ganti dan pernyataan pelatih asal Belanda tersebut dalam jumpa pers usai pertandingan.

"Semua juga tahu saat latihan saya sangat keras kepada pemain. Saya tidak segan-segan memarahi mereka dengan kata-kata kasar. Tapi saya tidak pernah menyalahkan mereka dalam sebuah pertandingan. Kampungan sekali kalau sampai menyalahkan pemain. Harusnya Wim sadar akan hal itu," kata Bendol.

Lebih jauh, Bendol juga mengritik strategi yang diterapkan Wim. Menurutnya, sistem bermain yang diterapkan mantan pemain Belanda itu tidak tepat.

"Salah satunya adalah pergantian Firman dengan Hariono (saat Indonesia vs Bahrain). Ini apa coba? Indonesia sudah ketinggalan, dia malah menurunkan gelandang bertahan. Sangat tidak menguntungkan," tegasnya.

Bendol merupakan pelatih yang juga pernah menukangi timnas Indonesia. Terakhir kali, Bendol menangani persiapan timnas menghadapi Pra Piala Asia 2011. Bendol dikenal sebagai pelatih yang berwatak keras. Saat latihan, Bendol tak jarang 'memaki' para pemainnya. (eh)
• VIVAnews

Ina vs Qatar, Polisi Berbaur dengan Penonton




Polri akan menempatkan anggotanya di tengah-tengah penonton pada pertandingan kualifikasi pra piala dunia antara Indonesia vs Qatar, 11 Oktober 2011 di stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi agar tidak terulangnya insiden bakar petasan seperti yang terjadi pada pertandingan Indonesia vs Bahrain, Selasa 6 September 2011 lalu.

"Nanti anggota kita taruh di tengah-tengah," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspekstur Jenderal Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Selain itu, jauh sebelum pertandingan dimulai, petugas akan terlebih dulu menyisir seluruh sisi dalam dan luar stadion.

Anton menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pembakaran petasan pada Selasa lalu. Dia menilai, masuknya petasan bukan semata-mata kelalaian petugas.

"Dari celah-celah pagar dan lubang-lubang itu. Atau sebelumnya dia sudah masuk. Sejam sebelumnya, delapan jam sebelumnya, sudah masuk, bisa saja," tuturnya.

Saat ini, kata Anton, setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, keempat pelaku pembakar petasan sudah dipulangkan dan masih dalam pengawasan Polri. (eh)
• VIVAnews

PSSI Panggil Pemain Timnas yang Temui Riedl




PSSI telah mendengar kabar adanya pertemuan sejumlah pemain tim nasional Indonesia dengan mantan pelatih timnas, Alfred Riedl. Penanggung jawab timnas Brigjen TNI Bernhard Limbong mengatakan PSSI akan memanggil pemain-pemain tersebut.

Sebelumnya, begitu mendengar kabar pertemuan para pemain dengan Riedl, yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu 7 September 2011, Limbong meminta Riedl angkat kaki dari Indonesia.

Pria yang juga menjabat Ketua Komisi Disiplin PSSI ini menyatakan akan meminta keterangan dari para pemain. Dia akan memanggil Bambang Pamungkas dan kawan-kawan untuk mengklarifikasi pertemuan tersebut.

"Para pemain yang menemui Riedl akan kami panggil," kata Limbong di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Limbong mengakui tidak ada larangan di PSSI bagi pemain timnas untuk melakukan pertemuan demi menjalin silaturahmi. Meski demikian, menurutnya pertemuan yang digelar sehari setelah timnas dipukul 0-2 oleh Bahrain, tidaklah tepat.

"Secara substansi, bertemu Riedl tanpa sepengetahuan PSSI itu salah. Memang silaturahmi tidak apa-apa, tadi tidak dalam waktu ini," ia menegaskan. "Setelah bertemu Riedl, ada penolakan terhadap Wim tapi ini baru isu. Saya selaku Ketua Komite Displin menanyakan apa substansi pertemuan itu. Kami risih kalau Riedl menemui pemain dalam kondisi seperti ini," kata pria yang pernah menjadi anak buat mantan KSAD Jenderal (purn) George Toisutta.

Dia juga tercatat merupakan anggota tim sukses George dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro di Munas PSSI lalu. (kd)
• VIVAnews

Timnas Kacau, Salah Siapa?




Wim Rijsbergen dinilai Alfred Riedl tidak layak melatih timnas Indonesia.

Disharmonisasi mulai memasuki kamar ganti tim nasional Indonesia. Para pemain melancarkan mosi tidak percaya kepada pelatih timnas, Wim Rijsbergen.

Ini dipicu oleh perkataan pelatih asal Belanda itu yang dinilai terlalu kasar kepada para pemain saat turun minum melawan Bahrain. Sikap tak simpatik Wim ke para pemain ini diungkap oleh mantan pelatin timnas Alfred Riedl.

Alfred yang baru saja bertemu dengan sejumlah pemain menceritakan perlakuan kasar Wim. "F**k you all (kalian semua brengsek). If you don't play better second half i kick all of you out (Jika kalian tak bermain lebih bagus di babak 2, saya akan mendepak kalian semua)," kata Wim saat turun minum melawan Bahrain, seperti ditirukan Alfred.

Padahal, saat itu Timnas baru tertinggal 0-1, dan justru butuh kalimat menyejukkan untuk membangkitkan motivasi.

Riedl yang awalnya mengaku netral, berubah tidak mendukung Wim Rijsbergen. Sejumlah pemain juga mulai hilang respek kepada sang pelatih. Diperparah lagi, saat jumpa pers usai pertandingan melawan Bahrain usai, Wim menuding para pemain tak layak tampil di level internasional. Akibatnya, para pemain tersinggung karena menjadi kambing hitam kekalahan. Kabar terakhir, sekitar 7 pemain mengancam mundur jika pelatihnya tetap pria asal Belanda itu.

PSSI membantah kabar ada perpecahan dalam Timnas. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin meminta para pemain agar tak menggubris isu perpecahan. Djohar meminta Bambang Pamungkas cs tetap fokus menghadapi Prakualifikasi Piala Dunia 2014.

"Pemain dan pelatih kecewa dengan hasil itu (kalah 2-0 dari Bahrain). Tapi yang penting, pemain harus tetap fokus menghadapi (empat) laga sisa, tanpa gangguan apapun," tutur Djohar.

Sementara itu, Sekjen PSSI, Tri Goestoro menambahkan, evaluasi tidak hanya diperlukan saat tim menderita kekalahan. "Kalau evaluasi tidak harus saat kalah, tapi juga saat menang di mana kita bisa melihat kelebihan kita," imbuhnya.

Mengenai konflik di tubuh timnas, Tri berharap agar pelatih dan pemain bisa lebih mengendalikan emosi. "Masing-masing orang punya karakter, tapi ke depannya harus bisa menahan diri. Yang jelas, kalau berjuang jangan setengah-setengah, tapi harus sampai akhir," tegasnya.

Rabu, 7 September 2011, atau sehari setelah Timnas dikalahkan Bahrain 0-2 dalam laga Prakualifikasi Piala Dunia 2014, para pemain menemui mantan pelatih Alfred Riedl di kawasan Senayan, Jakarta. Tampaknya, mereka butuh nasihat atau minimal figur kebapakan Riedl yang selama setahun terakhir 'memayungi' mereka.

Firman Utina menunjukkan bahwa rekan setimnya butuh figur kebapakan seperti itu. Firman pun menuliskan curahan hatinya lewat akun Twitter, “Saat sekarang kami bagaikan anak ayam yang ditinggal induknya. Tapi harus diingat kita adalah 1 tim yang harus 1 dan tidak bercerai berai,” tulis Firman.

“Seharusnya kita cari solusinya sama "menir,” pungkas pemain 29 tahun itu.

Riedl pun mulai bereaksi keras atas perlakuan Wim kepada mantan anak asuhnya itu. Pria asal Austria yang membangun fondasi permainan Timnas setahun terakhir ini menyayangkan perkataan Wim. Pria 61 tahun ini menganggap pelatih asal Belanda itu tak pantas menangani Tim Merah Putih.

"Ia sangat marah kepada para pemain, bukannya memberikan semangat saat tim baru tertinggal 0-1. Di Eropa, Anda bisa langsung dipecat jika melakukan itu! Atau para pemain akan membalas dengan lebih keras!" ujar Riedl.

"Sejak saat itu, saya tak simpati lagi dan melawan Rijsbergen. Ia tak layak melatih tim nasional Indonesia!"

PSSI Kebakaran Jenggot

Pertemuan antara beberapa pemain Timnas dengan Riedl inilah yang membuat PSSI kebakaran jenggot. PSSI pun meminta Riedl meninggalkan Indonesia.

Penanggungjawab Timnas Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong memberikan ultimatum kepada Riedl. Limbong menyayangkan tindakan Riedl yang memanggil beberapa pemain Timnas Indonesia, Rabu 7 September 2011 di Plaza Senayan.

“Saya tak mengerti untuk apa dia (Riedl) memanggil para pemain. Saya tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi, saya ingin Riedl meninggalkan Indonesia dan tidak lagi mencampuri urusan Timnas,” ujar Limbong di kantor PSSI, Jumat 9 September 2011.

Riedl yang saat ini sedang berada di Indonesia, masih memiliki masalah dengan PSSI terkait kompensasi kontrak yang belum dibayarkan. Mengenai hal ini, Riedl sudah melaporkan PSSI ke FIFA pada 12 Agustus lalu.

“Silakan Riedl ke FIFA, urusan Riedl urusan antara dia dengan FIFA. Jangan ganggu PSSI. Untuk apa Riedl datang lagi ke Indonesia kalau masalah ini sudah diserahkan ke FIFA,” jelas Limbong.

“Saya heran mengapa para pemain ngotot ingin ganti pelatih. Jika kalah wajar kecewa tapi tak perlu mencari kambing hitam, kita evaluasi bersama. Tidak bisa para pemain memilih sendiri pelatihnya,” tutur Limbong.

Rencananya, PSSI akan memanggil para pemain Timnas yang telah menemui Riedl. Limbong akan meminta keterangan dari Bambang Pamungkas dan kawan-kawan untuk mengklarifikasi pertemuan tersebut.

"Para pemain yang menemui Riedl akan kami panggil," kata Limbong di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Limbong mengakui tidak ada larangan di PSSI bagi pemain Timnas untuk melakukan pertemuan demi menjalin silaturahmi. Meski demikian, menurutnya pertemuan yang digelar sehari setelah Timnas dipukul 0-2 oleh Bahrain, tidaklah tepat. "Secara substansi, bertemu Riedl tanpa sepengetahuan PSSI itu salah. Memang silaturahmi tidak apa-apa, tadi tidak dalam waktu ini."

"Setelah bertemu Riedl, ada penolakan terhadap Wim, tapi ini baru isu. Saya selaku Ketua Komite Displin menanyakan apa substansi pertemuan itu. Kami risih kalau Riedl menemui pemain dalam kondisi seperti ini," kata pria yang pernah menjadi anak buah mantan KSAD, Jenderal (purn) George Toisutta dan anggota tim sukses George dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro di Kongres PSSI lalu.

Uniknya, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin justru tidak tahu mengenai kebenaran kabar pertemuan ini. "Saya tidak tahu apakah berita itu benar atau tidak," ujar Djohar kepada wartawan saat ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Yang jelas, kisruh di Timnas semakin menambah kekacauan di era kepengurusan PSSI yang baru. Perubahan kompetisi menjadi dua kasta yang diikuti 32 tim di kasta teratas dan dua wilayah tentu saja akan mengubah peta sepakbola nasional.

PSSI awalnya berjanji takkan memasukkan tim-tim Liga Primer Indonesia (LPI) dalam kompetisi nasional. Namun, belakangan PSSI memaksakan rencana merger antara klub-klub LPI dan calon peserta Liga Indonesia. Tentu saja, ini dilakukan PSSI untuk mengakomodasi tim-tim LPI bentukan Arifin Panigoro.

Dari jajaran manajemen Liga ini pun dikuasai orang-orang LPI, dari CEO sampai Ketua Komite Bidang Kompetisi. Seperti halnya di Timnas, dimana ada Manajer, Penanggungjawab dan Koordinator yang dijabat oleh tiga orang berbeda. Jabatan itu pun jadi tumpang tindih. Apalagi, ketika tiga orang ini tak satu suara.

Sedikit banyak, berbagai masalah di atas mempengaruhi Timnas. Dan hasilnya sudah bisa ditebak: semuanya kacau. Kisruh! (sj)
• VIVAnews

Soal Wim, Bendol Minta PSSI Dengar Suara Fans




Mantan pelatih tim nasional, Benny Dolo, menilai bukan hal mudah bagi PSSI untuk mencari pelatih baru. Meski demikian, Bendol, panggilan akrab Benny, berharap induk sepak bola dalam negeri itu bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Saat ini desakan untuk mengganti pelatih timnas Wim Rijsbergen semakin besar. Meski bukan solusi yang tepat, PSSI sebaiknya mendengarkan suara masyarakat," kata Benny saat dihubungi VIVAnews baru-baru ini.

Secara pribadi, Bendol juga menilai Wim memiliki banyak kekurangan dalam menangani timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Salah satunya adalah dalam hal berkomunikasi dengan Firman Utina dan kawan-kawan.

"Saat masuk dalam ruang ganti dia bisa marah-marah, namun dia harus cepat mendinginkan suasana," kata Bendol menyinggung sikap Wim kepada para punggawanya saat timnas tertinggal 0-1 dari Bahrain, Selasa lalu.

"Dia juga tidak bisa menyalahkan pemain atas sebuah kekalahan. Sebagai pelatih Wim harusnya mengambil alih tanggung jawab itu," lanjut pelatih Mitra Kukar itu.

Bendol juga menyoroti kemampuan Wim dalam meramu strategi dan taktik timnas. Menurutnya, Wim tidak lebih baik dari pelatih sebelumnya, Alfred Riedl, yang dipecat secara sepihak oleh PSSI era Djohar Arifin Husin.

"Saya sudah pernah sampaikan hal ini kepada Bob Hippy [koordinator timnas]. Apa sih permainan yang beda dengan sebelumnya? Meski hanya di kelas ASEAN, Riedl setidaknya memberikan sistem yang beda," kata Bendol.

"Saat ini kondisi fisik pemain sangat lemah, harusnya bisa ditutupi dengan taktik. Tapi ini kan tidak terlihat sama sekali pada penampilan timnas. Sentuhan Wim sama sekali tidak terlihat," beber Bendol.

Desakan melengserkan Wim mulai mencuat setelah Indonesia kalah 0-2 dari Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa lalu. Kekecewaan penonton bahkan sempat dilampiaskan dengan teror kembang api yang menyebabkan pertandingan sempat ditunda beberapa saat.

Kekecewaan fans Merah Putih semakin memuncak setelah percakapan Wim dan pemain bocor ke media. Disebutkan Wim telah memaki pemainnya dengan kata-kata yang tidak senonoh saat berada di ruang ganti pada jeda babak I.

Tak hanya itu, saat jumpa pers Wim juga terkesan lepas tangan atas kekalahan timnas. Dia lebih memilih untuk menyalahkan para pemain yang dianggapnya tidak layak untuk tampil di level internasional. Wim bahkan menyebut bahwa pemain yang ada bukan pemain pilihannya.

Sikap ini membuat beberapa pemain timnas berniat mogok bertanding. Selain itu, fans timnas juga ramai-ramai menghujat Wim dan memintanya mundur dari jabatannya. Komentar-komentar miring soal Wim banyak beredar di situs jejaring sosial Facebook dan mikroblog Twitter.

Sebagian meminta PSSI agar memanggil kembali Riedl untuk menangani timnas. Sebagian lagi mengusulkan agar PSSI memberi wewenang bagi Rahmad Darmawan yang sempat menjadi asisten Wim sebelum digeser ke timnas U-23.

Meski demikian, ada juga fans yang masih membela Wim. Mereka bahkan membenarkan tindakan yang dilakukan mantan pemain timnas Belanda kepada para pemain timnas. Sedangkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, tetap menganggap Wim lebih baik dari Riedl.
• VIVAnews

Sabtu, 11 Juni 2011

Tiga Negara Buat Senapan Serang M4



Indonesia-Malaysia-Thailand akan berkolaborasi produksi senapan serang M4.
Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Thailand berencana melakukan kolaborasi produksi senapan penyerang tipe M4. Kolaborasi ini akan menjadi motor penggerak kolaborasi serupa yang akan dilakukan di seluruh negara-negara ASEAN.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, pada konferensi pers di Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011. Dia mengatakan produksi senapan penyerang M4 yang akan menggantikan senapan M15 ini akan menjadi produk kolaborasi negara-negara ASEAN yang pertama.

Kolaborasi ini adalah rencana pengembangan industri persenjataan ASEAN yang diusulkan dalam pertemuan ASEAN Defence Ministerial Minister (ADMM) kemarin di Jakarta.

"Ini adalah proyek pertama dan perintis dari proyek-proyek yang akan datang," ujar Hamidi.

Hamidi mengatakan bahwa kolaborasi pertahanan ini adalah proyek pemerintah, namun dalam pelaksanaannya akan bekerja sama dengan pihak swasta. Malaysia sendiri, ujar Hamidi, telah menunjuk sebuah perusahaan yang siap melakukan proyek yang memakan biaya hingga US$200 juta (Rp1,7 triliun) per negara.

Penentuan kapan proyek ini akan dimulai ditetapkan pada pertemuan antara perusahaan negara-negara bersangkutan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pengerjaannya, jelas Hamidi, adalah dengan cara pengadaan komponen dari tiga negara dan dikerjakan di Indonesia.

Namun, tidak tertutup kemungkinan negara-negara ASEAN yang lainnya dapat ikut menjual komponennya dalam proyek ini.

"Untuk produksi tahun ini mungkin antara 20.000 sampai 50.000 laras senapan," ujar Hamidi.

Kolaborasi semacam ini, ujar Hamidi, akan menghemat pengeluaran pertahanan bagi negara-negara di ASEAN yang seluruhnya menghabiskan dana sekitar US$25 miliar (Rp213 triliun). Hal ini dikarenakan, dana yang biasanya dipergunakan untuk mengimpor senjata dari luar kawasan akan berputar di Asia Tenggara saja.

"Penghematannya bisa sampai US$12,5 miliar, dan pada 2030 target kita adalah penghematan hingga 50 persen," ujarnya. (eh)
Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/221582-menhan-malaysia--tiga-negara-bersama-buat-m4

Dubes Jepang: Kami Bergantung pada Indonesia



Indonesia memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian Jepang.
Jepang bergantung banyak pada Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan dan pemenuhan sumber daya bagi penduduk negeri Matahari Terbit itu. Untuk itu, kerja sama antara kedua negara yang memang sudah erat haruslah semakin dipererat lagi.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, Jumat, 10 Juni 2011. Dia mengatakan Indonesia memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian Jepang.

"Jepang sangat bergantung pada Indonesia. Indonesia adalah negara penting yang mengekspor banyak sumber daya alam ke Jepang," ujar Katori.

Katori mengatakan bahwa Indonesia telah masuk dalam jajaran tiga besar negara pengekspor sumber daya ke Jepang. Sebut saja pada hasil tambang seperti gas alam, batu bara dan nikel, Indonesia menempati peringkat ke satu dan dua.

Pemerintah Jepang, ujarnya, memandang Indonesia tidak hanya penting bagi negaranya, tapi bagi komunitas global. Katori mengatakan bahwa Indonesia kini memiliki peran yang penting dalam ekonomi global, terutama karena Indonesia adalah ketua ASEAN dan salah satu anggota G20.

"Hal ini meningkatkan kebutuhan dunia akan peran Indonesia," tegasnya.

Kerja sama perdagangan Jepang dan Indonesia pada tahun 2010 mencapai US$42, 7 juta atau sekitar Rp363 miliar. Investasi Jepang ke Indonesia menempati peringkat ke tiga. Investasi ini, ujar Katori, mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya ketika Jepang menempati peringkat pertama investasi di Indonesia.

Katori mengatakan saat ini pemerintah Jepang tengah berupaya kembali meningkatkan kerja sama dengan Indonesia. Salah satu upayanya adalah masuknya Jepang dalam jajaran investor asing pada master plan percepatan dan perluasan perekonomian di Indonesia yang dicanangkan pemerintah tahun lalu.

"Ada 17 proyek pembangunan hingga tahun 2014, lima proyek di antaranya bekerja sama dengan Jepang," jelas Katori. (eh)
Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/226005-dubes-jepang--kami-bergantung-pada-indonesia

Surat Anak Indonesia Membuat Jepang Terharu


Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu."

Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, mengaku sangat terharu dengan simpati yang diberikan anak-anak Indonesia kepada Jepang terkait bencana tsunami yang baru saja menghantam negara itu Maret lalu.

"Kami menerima banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia. Banyak sekali anak-anak Indonesia yang mengirimkan surat berisi dukungan yang sangat menyentuh hati kami," kata Katori.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai duta besar, kemarin, Katori membacakan sebuah surat yang dikirimkan oleh para pelajar sebuah SMP di Aceh kepada para korban tsunami. Aceh sendiri pernah diterjang tsunami pada 2004 silam, lebih dari 120.000 orang tewas.

"Aceh mencintai kalian. Kalian tak sendiri. Jika kalian sedih, kami turut sedih. Jika kalian senang, kami turut senang. Jika kalian tertawa, kami turut tertawa. Tetap semangat! Gambare!" ujar Katori membacakan surat dari pelajar Aceh.

Surat simpati juga datang dari seorang bocah korban gempa bumi Yogyakarta 2006 lampau. Bocah ini adalah salah satu anak di panti asuhan Arrahmah di Yogya. Katori kembali membacakan surat tersebut.

"Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, waktu itu saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu," kata dia.

"Walaupun cobaan datang, kami masih tetap semangat untuk belajar. Kami yakin, kalian juga bisa membangun rumah kalian. Pesan saya untuk kalian: tetap semangat dan tunjukkan kalian bisa membangun negara kalian!" Tulis surat tersebut.

Gempa bumi 9 skala Richter disusul tsunami meluluhlantakkan wilayah timur Jepang. Korban tewas dilaporkan mencapai puluhan ribu orang. Menurut data World Bank, total kerugian yang dialami oleh Jepang adalah US$235 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun, yang menjadikan bencana Jepang sebagai bencana termahal sepanjang sejarah.
Sumber:http://dunia.vivanews.com/news/read/226033-surat-anak-indonesia-membuat-jepang-terharu

Rabu, 01 Juni 2011

10 Pasukan Elite Terbaik Dunia Pembasmi Teroris



1) Kopassus - Gultor 81

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.

Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto. Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81. Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Tidak seperti satuan lain yang selalu mengexpose kegiatan mereka, Visi dan misi Satuan-81 adalah untuk "tidak diketahui,tidak terdengar dan tidak terlihat"

Sekembalinya ke markas, prajurit tadi akan ditingkatkan kemampuannya untuk melihat kemungkinan promosi penugasan ke Satuan Sandi Yudha atau Satuan Antiteror. Untuk antiteror, pendidikan dilakukan di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar. Secara keseluruhan, bisa dipastikan bahwa Detasemen-81 terlibat didalam setiap operasi rahasia militer yang dilakukan ABRI dan kemudian dilanjutkan oleh TNI. Adapun operasi tersebut adalah Timor-Timur, Aceh,Irian Jaya dll. Dengan maraknya pelanggaran perbatasan RI oleh tetangga RI di Utara, disinyalir bahwa satu peleton Den-81 telah ditugaskan di perbatasan Kalimantan Timur untuk patroli intai jarak jauh (long range Recce mission) Dikabarkan pula bahwa unsur Den-81 telah diturunkan juga untuk mengejar Nordin M Top dan kawan kawan. Sampai saat Satuan 81 anti teror adalah salah satu perangkat BIN (Badan intelijen nasional) di dalam operasi khusus yang bersifat paramiliter.

Sebagian Kecil prestasi dan Kiprah Kopassus:

1. Kopasus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia.
2. Kopasus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen – pergerakan – penyusupan – penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA bisa dimaklumi kenapa bisa menang.
3. Negara-negara afrika utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopasus.
4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus.
5. Pada perang Vietnam, para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibat kan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia.


2.United Kingdom S.A.S.

Resimen Special Air Service (SAS) adalah sebuah unit pasukan khusus di dalam Angakatan Darat Inggris yang telah menjadi model dan inspirasi bagi berbagai pasukan khusus di negara-negara lain. SAS membentuk sebuah bagian penting dalam Pasukan Khusus Britania Raya bersama dengan Special Boat Service (SBS), Special Reconnaissance Regiment (SRR), dan the Special Forces Support Group (SFSG).

3. Canadian Joint Task Force 2

4. United States 1st SFOD-D (Delta Force)

5. Isreali Matkal / Shayetet 13 (YAMAN)

6. United States DEVGRU (SEAL Team Six)

7. Germany's GSG9 / KSK 7)

8. OZNAZ (Alpha Group)

9. Romania's Brigada Antiterorista

10. Japanese S.A.T.