This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 31 Mei 2011

STATUS FB GOKIL BIKIN NGAKAK.. silahkan masuk Gan



1 . sayang inget ya sebelum tidur jangan lupa pake slimut,jangan lupa juga banca mantra mau tidur biar ngga ada yang ganggu dan jangan lupa juga kencing dulu supaya ngga kencing di tempat tidur say jangan sampai lupa ya…..

2 . kamu boleh lupain aku,kamu boleh tinggalin aku,tapi sebelum kamu tinggalin aku bayar dulu. apa yang telah kamu habiskan selama ama aku oky………

3 . cintaku padamu selebat daun pisang di tepi sawah sana.

4 . aduh hujan mulu dari tadi, kayanya kalo bikin api di halaman asik ni bisa buat penghangat bada.

5 . tak ada cinta tulus setulus tukang ojeg kepada penumpangnya

6 . wuihhh udah jam 9 ni udah waktunya tidur,takut besok nganggurnya telat

7 . tuhan kalo memang dia jodohku dekatkanlah padaku,kalo memang dia bukan jodohku maka jodohkanlah denganku

8 . beningnya air comberan tak sebening cintaku padamu

9 . maaf sayang malam ini aku ngga bisa mimpiin kamu…?? aku sudah ada janji ama mantan cewe gwa kalo malam ini mau mimpi naik becak bareng…. maaf banget ya

10 . anda pingin cepet kaya…??? aku punya satu solusi yang baik dan tepat buka salon ribonding di papua

11 . tak ada uang ngemis pun jadi

:iloveindonesia

:maho

:kiss:cekpm

http://www.facebook.com/settings/?ta…00000483590896

Cerita sedih di Lampu Merah



Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama.

Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera.

Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

“Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”

“Hai, Jack.” Tanpa senyum.

“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”

“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”

“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.

“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.

Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

“Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.

Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.

Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. dari Bob.

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

dari berbagai sumber

Download Soal snmptn


Download (soal snmptn 2010)

Download
(Pembahasan soal snmptn 2010)
Download (soal snmptn)
Semoga bermanfaat

Media Barat Terus Terusan Mengsetankan Islam



SIAPA pun yang sadar tak memungkiri, bahwa media dikuasai Amerika, ditunggangi gerakan zionis Yahudi internasional di belakangnya. Media adalah alat propaganda. Bagi siapa pun, ia penting untuk dikuasai.

Aksi propaganda melalui media tidak saja terjadi di film-film produksi Hollywood, yang memang lebih banyak mengumbar hegemoni dan teknologi Amerika untuk unjuk gigi keadikuasaannya. Film serial James Bond, Tomorrow Never Dies adalah salah satu contoh besarnya peran senjata yang bernama media.

Di film ini diceritakan, si agen M16 ini menghadapi kelompok teroris yang dipimpin Elliot Carver. Carver melancarkan teror kepada dunia bukan dengan senjata api yang bisa meluluhlantakkan bangunan bangunan. Tapi dengan senjata mandraguna; Informasi!!.

Diceritakan dalam film ini, sang teroris adalah penguasa media yang punya jaringan koran besar berskala internasional bernama Carver Media Group Network. Koran itu sering memuat berita-berita panas soal politik yang menyulut perang antarnegara. Padahal, semua kejadian politik itu adalah desain Carver yang menggunakan media massa sebagai alat propaganda untuk menjatuhkan suatu pemerintahan negara tertentu

"Media adalah senjata dan berita adalah mesiu," kata Carver pada Bond.

Stanley Adi Prasetyo, Wartawan senior, pendiri sekaligus anggota Majelis Etik, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), menulis dalam artikelnya berjudul Media Sebagai Alat Propaganda, disimpulkan bahwa di tangan yang salah, media bisa menjadi alat propaganda.

Media Adalah Senjata
Peran media kontra Islam pada invasi Israel ke Palestina tahun 2008 lalu sangat terasa. Bagaimana sikap ambigu yang ditunjukkan para pemimpin Arab menyikapi tragedi di Gaza Palestina kala itu. Mesir yang notabene adalah negara paling dekat dan berbatasan dengan Gaza tidak mau membuka perbatasannya di Raffah. Begitu juga dengan Jordan, mereka secara geografis termasuk yang dekat dengan Gaza, hanya karena terikat perjanjian dengan Israel, mereka tega membiarkan umat Islam di Gaza terbantai oleh para agresor tersebut.

Tapi tak ada yang mengejutkan dalam hal ini; orang-orang Israel sudah memperkirakan semua opini media massa terhadap aksinya, juga karena yang terpenting, Israel sudah jauh-jauh hari (selama enam bulan lebih) membuat kerja sama dengan negara-negara Arab.

Nir Rosen, Wartawan AS keturunan Iran, Pengarang buku "The Triumph of the Martyrs: A Reporter's Journey into Occupied Iraq" dalam laporannya di Aljazeera, menulis:

Sementara militer Israel khusyuk membombardir 1,5 juta penduduk Gaza, media menyaksikan sebuah dilema simalakama—karena di satu sisi mereka terluka mengabarkan semua itu, namun di sisi lainnya, mereka juga berusaha mencari-cari pembenaran atas ulah sang agresor barbar itu. (http://english.aljazeera.net/focus/2008/12/20081230122143645275.html).

Beberapa perusahaan media raksasa yang dimiliki oleh orang Yahudi seperti: Time Warner, merupakan konglomerasi media terbesar di dunia. Bekerjasama dengan AOL membentuk AOL-Warner. Yang masuk ke dalam Warner adalah Time Inc, HBO, Cinemax termasuk juga CNN yang dibeli dari Ted Turner. Raja konglomerasi media lainnya adalah Rupert Murdoch. Pemilik News Corporation yang meliputi Fox Television Network, Fox News, the FX Channel, 20th Century Fox Films, Fox 2000, dan penerbit Harper Collins. News Corp.

Kantor-kantor berita raksasa yang dikuasai Yahudi antara lain Reuter (didirikan di Jerman oleh Julius Paul Reuter, seorang Yahudi kelahiran Jerman bernama asal Israel Beer Josaphat, lalu pindah ke Paris dan pindah lagi ke London), Associated Press (AP) yang berpusat di Amerika Serikat, dan United Press International (UPI) juga di AS.

Di Amerika, koran-koran juga dikuasai oleh Yahudi antara lain Wall Street Journal, Daily News, New York Times, The Washington Post, The Times Herald, dan lain-lain. Dua majalah kaliber dunia, Time dan Newsweek juga dikuasai orang-orang Yahudi.

Tidak hanya itu, orang-orang Yahudi juga mendominasi perfilman internasional dan jaringan TV internasional (ABC, CBS, NBS). Perusahaan-perusahaan film yang didominasi mereka antara lain Fox Company, Golden Campany, Metro Company, Warner & Broos Company, dan Paramaount Company. (http://www.inminds.com/boycott-aol.htmlelas terang benderang bahwa dunia informasi bukan hanya di Ameri, http://www.inminds.com/boycott-news-corporation.html)

Dan, masih banyak lagi. Berangkat dari fakta ini terlihat jka, tetapi di seluruh dunia telah dikuasai oleh Yahudi. Akhir dari agenda mereka adalah membentuk Tata Dunia Baru (The New World Order) di mana mereka menjadi majikan bagi semua Ghoyim (non-zionis) yang ada di muka bumi. Tujuan akhir dari gerakan ini dipahat dalam lambang negara AS dengan kalimat "Novus Ordo Seclorum".

Penyetanan Wajah Islam
Asep Syamsul M. Romli, S.IP dalam bukunya Demonologi Islam, Upaya Barat Membasmi Kekuatan Islam (GIP, 2000), menjelaskan bahwa demonologi Islam adalah penggambaran atau pencitraan Islam sebagai demon (setan, iblis, atau hantu) yang jahat (evil) dan kejam (cruel). Ia juga bisa berarti perekayasaan sistematis untuk menempatkan Islam dan umatnya agar dipandang sebagai ancaman yang sangat menakutkan.

Romli menjelaskan bahwa istilah demonologi memang jarang sekali digunakan, bahkan hanya kamus-kamus bahasa Inggris tertentu yang memuat istilah tersebut. Kamus terkenal, Kamus Inggris-Indonesia karya John M. Echols dan Hassan Shadily (1976) misalnya, hanya memasukkan kata demon yang berarti (1) setan, iblis, jin, dan (2) orang yang keranjingan tentang sesuatu.

Istilah demonology dapat ditemukan dalam The Concise Standard English Dictionary karya Collins Concise terbitan Glasgow & London. Dalam kamus tersebut, demonology diartikan sebagai study of demons (studi tentang setan, iblis, atau hantu). Kata demon-nya sendiri diartikan sebagai a devil; a person of preternatural cruelty or evil character (setan; seseorang yang kekejamannya di luar batas kewajaran atau sifat-sifat jahat).

Lebih lanjut menurut Romli, arti lebih lengkap tentang demonology dapat ditemukan pada Merriam Webster's Collegiate Dictionary (1993). Disebutkan, demonology berarti (1) the study of demons or evil spirits (studi tentang setan atau semangat kejahatan), (2) belief in demons: a doctrine of evil spirits (kepercayaan kepada setan: doktrin tentang semangat kejahatan), dan (3) a catalog of enemies (daftar musuh).

Demonologi Islam dilakukan oleh pihak Barat (kaum Zionis Yahudi dan Salibis) yang memandang Islam sebagai ancaman bagi kepentingan mereka. Demonologi Islam menjadi bagian dari strategi Barat untuk meredam kekuatan Islam, yang mereka sebut sebagai The Green Menace (Bahaya Hijau).

Proses demonologi berlangsung melalui pencitraan negatif tentang Islam dan para pejuangnya, melalui penjulukan-penjulukan terorisme, fundamentalisme yang dipopulerkan media massa.

Dengan cara itu, Barat berupaya menenggelamkan citra Islam sebagai rahmatan lil 'alamien dan sistem hidup (way of life) terbaik untuk umat manusia, membuat masyarakat dunia memusuhi dan memerangi Islam, dan menumbuhkembangkan Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam, sekaligus mencegah dan menindas kebangkitan Islam.

Penguasaan dan penjajahan media massa oleh Zionis-Salibis inilah yang memudahkan mereka melakukan demonologi Islam, atau "penyetanan wajah Islam", untuk membentuk pendapat umum tentang Islam sebagai umat yang berbahaya, ekstrimis, fundamentalis, dan teroris.

Keterlibatan Islam Liberal
A. Fatih Syuhud, Sarjana Ilmu Politik dari Agra University, India, dalam tulisannya "Amerika dan Islam Liberal" yang dimuat Harian Pelita Jakarta, 11 Juli 2005, menguak beberapa fakta dari sebuah dokumen setebal 525 halaman yang dirilis oleh think tank neo-konservatif AS yang sangat berpengaruh dan banyak mendukung kebijakan gedung putih, RAND Corporation, yang disiapkan khusus untuk Angkatan Udara (AU) AS.

Dokumen yang berjudul: Muslim World After 9/11, itu menggarisbawahi strategi AS yang akan mengurangi kondisi yang dapat menciptakan ekstremisme politik dan agama dan sikap anti-AS di kalangan komunitas Muslim dunia. Di dalam dokumen ini menganjurkan AS agar menciptakan dan mendukung jaringan Islam liberal yang terdiri dari Muslim moderat internasional yang nantinya dapat menantang legitimasi klaim kalangan Islamis radikal untuk berbicara atas nama Islam, dan menawarkan sebuah pemahaman agama yang liberal.

Dokumen ini, lanjut Syuhud, mengingatkan bahwa kelompok Islam liberal mungkin kekurangan sumber dana yang diperlukan untuk membentuk jaringan besar dan karena itu meminta AS untuk mendanai berbagai aktivitas kalangan ini.

Tentu saja kalangan Islam liberal yang hendak dibantu tersebut diharapkan untuk memfokuskan kritik mereka pada kalangan Islamis radikal, dan mungkin, diminta untuk tetap diam manis dalam berbagai kesalahan kebijakan luar negeri AS, atau kehilangan bantuan dana sebagai taruhannya.

Oleh karena itu, apa yang harus dilakukan AS adalah mencari jalan untuk menetralisir kalangan ekstremis dengan bantuan Muslim moderat, tanpa perlu membuat perubahan struktrual apapun dalam segi kebijakan ekonomi, politik dan strategi.

Dengan menganggap problema ekstremisme sebagai murni diciptakan oleh Islamis jahat, maka dokumen ini hanya terfokus pada isu ekstremisme atas nama Islam, sementara tak satu pun menyebut ekstremisme lain yang tidak kecil yang dilakukan oleh fundamentalis Yahudi dan Kristen. Laporan ini juga tidak menyebut sama sekali dukungan Amerika atas Islamis radikal pada masa lalu (seperti di Afghanistan untuk melawan Soviet) atau atas kelompok Muslim konservatif dalam upaya mengalahkan pengaruh kalangan kiri, nasionalis, dan anti-imperialis.

Analisa Fatih Syuhud ini terbukti. Betapa tidak, berikut ini mungkin adalah salah satu suara bagaimana lantangnya pegiat Islam liberal di Indonesia menjadi corong kepentingan agenda AS tersebut.

Seperti pada kutipan tulisan Ulil Abshar Abdalla (Kordinator JIL) di posting milis Islam Liberal yang juga sempat diberitakan media beberapa waktu silam:

"Yang mengganggu saya adalah umat Islam saat ini protes dengan begitu gigihnya terhadap pencaplokan Israel atas tanah Palestina, tetapi tidak pernah sedikit pun terganggu dengan masa lampau mereka yang penuh dengan agresi dan aksi pencaplokan pula. Apa yang diambil Israel saat ini dari tanah Palestina tak ada apa-apanya dibanding dengan luasnya wilayah yang ditaklukkan oleh umat Islam di masa lampau".

Entah kenapa, kenapa seorang Ulil merasa terganggu dengan sikap ummat Islam yang melancarkan protes terhadap Israel yang jelas jelas adalah penjajah yang tidak mau mendengar siapa pun.

Tentang fakta Israel tidak mau mendengar, ini bukan meracau. Mungkin masih segar dalam ingatan ketika Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, hadir di Davos, Swiss, Kamis (29/01/2009) sebagai pembicara dalam panel diskusi pada hari kedua Forum Ekonomi Dunia (WEF). Saat itu, David Ignatius, kolumnis harian The Washington Post, keturunan Yahudi yang terlahir pada 26 Mei 1950, hanya memberinya waktu semenit untuk menginterupsi pernyataan monolog yang panjang lebar dari Presiden Israel Shimon Peres mengenai alasan serangan militer tiga pekan Israel ke Gaza.

Agresi itu, dalihnya, untuk membela diri atas delapan tahun hujan roket yang dilancarkan Hamas ke wilayah negara zionis itu. Erdogan jelas sangat kesal diperlakukan tidak adil seperti itu. ''Kalian Israel memang tak pernah mau mendengarkan,'' kata Erdogan.

Ini kondisi yang menyedihkan sebetulnya. Di saat umat Islam sedang di bombardir habis habisan dari luar dengan penggambaran atau pencitraan Islam yang konservatif, radikal, teroris, ekstrim, sadis, masuk pula serangan dari dalam umat Islam sendiri dengan berusaha menanamkan pola fikir liberalisme, pluralisme, relativisme, nihilisme, feminisme-gender, humanisme dan non apologetik.

Secara keseluruhan memang, tulisan Ulil yang cukup panjang ini tampak sekali menyeru umat Islam untuk bisa lebih toleran dan welcome dalam menyikapi krisis Palestina ini. Tapi Islam tidak mungkin masuk ke wilayah pemikiran ala oreintalis yang bias itu. Islam punya word view (pandangan hidup) sendiri yang holistik yang tidak perlu mengadopsi peradaban Barat sebagai "jalan kebenaran" yang meanstreamnya lebih kepada nilai liberatif yang sangat absurd itu.

Armada Riyanto, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang, seperti dimuat di Koran Kompas 12 April 2008, dengan jelas mengetengahkan fakta absurditas libertarian. Etika libertarian, kata Riyanto, bukan ilusi.

Perspektif libertarian, kata dia, adalah memproduksi "kegilaan" aneka imajinasi, keputusan, tindakan yang secara nyata memorakporandakan tata nilai tradisional kehidupan bersama. Atas nama libertas, manusia seolah ada dalam ruang kosong eksploitasi dengan resiko apa saja, termasuk kemungkinan menghina atau menyakiti orang lain. Konsep kebebasan yang selfish ini menuai kepuasan semu individual, tetapi menjarah rasa hormat komunitas.

Dasar persfektif etika libertarian ini, lanjut Riyanto, adalah homo liber, manusia bebas. Kebebasan menjadi pondasi nilai. Namun, pada saat yang sama kebebasan dimaknai sebagai ruang kosong sehingga apa yang disebut baik atau buruk ada dalam ranah buram. Yang penting, manusia bebas.

Membangun Kekuatan Media
Sejak perkembangan Islam, komunikasi media memang sudah menjadi tradisi. Rasulullah SAW sendiri yang memulainya dan langsung memberi contoh. Saat itu, berdakwah hanya bil lisan, dirasa sudah tidak cukup. Melalui media dakwah bil qolam-lah, yang saat itu berupa perantara surat dan tulisan, sebagian besar raja raja dan kepala suku di sekitar jazirah Arab menjadi penganut Islam.

Tradisi ini pun tetap bertahan hingga kekhalifahan pelanjutnya. Namun pada perjalanan selanjutnya, tradisi ini mulai mengalami pergeseran dan pelan pelan meredup.

Dari perjalanan sejarah itu, seorang muslim hendaknya sadar bahwa sesungguhnya umat Islamlah yang menguasai media. Namun, itu tidak untuk saat ini. Kini justru Islam adalah korban media. Terus ditimpuki dan digebuki. Akhir-akhir ini Islam kerap distigmtisasi dan dilabeli julukan yang nista dan tak terpuji.

Agar kita tak terus tercekoki berbagai macam informasi sampah, yang terpenting kita lakukan saat ini adalah selalu melakukan proses tabayyun (check and recheck) terhadap berbagai berita yang berseliweran di tengah-tengah kita. Sudah selayaknya kita lebih cermat dan teliti dalam memilih berita dari sumber-sumber yang menurut dugaan kita bisa dipercaya dan bertanggungjawab.

Untuk itu kehadiran media media Islam yang berpengaruh menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dan, patut disadari, kaum muda Islam dan muslimin adalah pemain inti yang harus terlibat dalam tarung dahsyat ini. Media adalah senjata.

"Media adalah senjata dan berita adalah mesiu," begitu kata Carver. (*)

*Penulis adalah peminat masalah sosial kemasyarakatan dan agama.

Sumber: http://www.hidayatullah.com/

PBB Akui Sejarah Islam, Perdana MEnteri Israel Geram



Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu nampak mlambaikan tangannya setelah berbicara dalam konferensi Yahudi tahunan yang digelar di New Orleans pada 8 November 2010. (Foto: AP)
TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Dalam pertemuan di New Orleans, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak sekretaris jenderal PBB agar meralat pernyataan UNESCO yang menyebutkan jangan mengubah fakta sejarah demi keuntungan politik.

Netanyahu meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon tidak mengubah "hubungan bersejarah Yahudi selama 4.000 tahun" terhadap situs-situs Al Haram Al Ibrahimi dan Masjid Bilal demi politik. Hal itu disampaikan Netanyahu saat keduanya bertemu di New York, Senin malam waktu setempat.

"‘Negara Yahudi’ memiliki hubungan mendalam terhadap (dua situs ini) yang hampir mencapai 4.000 tahun," kata Netanyahu kepada Ban. Ia juga mendesak sang sekjen PBB meralat pernyataan dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya PBB (UNESCO) yang menyebut dua situs tersebut merupakan bagian dari tanah Palestina terjajah.

UNESCO juga menyebut dua situs itu sebagai masjid Islam, Al Haram Al Ibrahimi dan Bilal Bin Rabath. Nama-nama Yahudi baru dipergunakan sebagai nama kedua.

"Lebih dari sejuta orang mengakui ‘hubungan’ ini yang tertuang dalam Alkitab," kata Netanyahu. Jangan ‘pelintir fakta sejarah’ demi keuntungan politik," katanya kepada Ban.

"Hal itu hanya akan merugikan posisi PBB dan anggapan orang-orang serius terhadapnya di seluruh dunia," kata Netanyahu.

Awal pekan ini, Israel mengatakan bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan segala keputusan dan tindakan UNESCO yang ada hubungannya dengan situs-situs Islam tersebut.

Membahas topik lainnya, Netanyahu mengatakan kepada Ban mengenai niatannya menarik pasukan dari bagian terluar Desa Ghajar yang terletak di perbatasan Libanon di Dataran Tinggi Golan.

Sekembalinya ke Israel, Netanyahu berencana meminta kabinetnya menyetujui rencana penarikan yang sesuai dengan persetujuan Israel dengan pasukan sementara PBB di Libanon.

Menurut keterangan seorang juru bicara dari kantor sekjen PBB, Netanyahu dan Ban juga membahas mengenai Iran dan upaya berkelanjutan untuk menggerakkan proses perdamaian Timur Tengah.

"Sekretaris Jenderal menekankan bahwa memecahkan kebuntuan diplomatik saat ini, melanjutkan negosiasi, dan memetik hasilnya merupakan hal yang amat penting," kata sang juru bicara.

"Beliau mengkhawatirkan kelanjutan aktivitas pemukiman dan pengumuman baru-baru ini mengenai kelanjutan pembangunan (ilegal) di Yerusalem Timur," tambahnya.

Selain itu, sekjen PBB juga menyampaikan harapan agar pemerintah Israel melonggarkan pergerakan orang dan barang dari dan ke Gaza.

Netanyahu dan Ban Ki-Moon bertemu selama satu jam, sesaat setelah Netanyahu tiba di New York dari New Orleans dan menjelang keberangkatan Ban ke Asia.

Juni lalu, Netanyahu menolak keras proposal Ban Ki Moon yang ingin mendirikan panel untuk menyelidiki pembantaian armada Freedom Flotilla menuju Gaza.

Ban mengajukan panel yang diketuai mantan PM Selandia Baru Jeffrey Palmer, bersama dengan perwakilan dari Israel dan Turki. Tapi, Netanyahu menyampaikan kekhawatirannya jika melakukan penilaian secara "terburu-buru."

"Tidak ada yang diselesaikan, dan tidak ada keputusan yang diambil," kata pejabat itu. Sang perdana menteri mengatakan, "Semua keputusan harus diambil dengan tenang, bukan di bawah tekanan."

Di media Israel, Yediot Ahronot, para prajurit Israel dianggap sebagai "pahlawan" yang meloloskan diri dari "sergapan" kejutan tanpa terluka dan "tidak membunuh orang-orang tak bersalah." (dn/jp/cs) www.suaramedia.com

Ini Dia Mantan Perdana Menteri Israel Yang Menjadi Zombie



Dulu Perdana Menteri Sekarang Mayat Hidup
Dalam beberapa bulan kedepan akan menjadi masa lima tahun sejak mantan Perdana Menteri Ariel Sharon mengalami koma. Situasinya sampai saat ini tidak berubah, tetapi ia diharapkan akan pindah ke Ranch Sycamore miliknya di Negev dalam waktu segera, bersama dengan alat medis yang diperlukan untuk mendukung kehidupannya

Selama beberapa hari terakhir, persiapan akhir telah dilakukan untuk memindahkan
dirinya ke peternakan miliknya di negev, di mana istrinya Lily dimakamkan di sana.

Langkah ini diharapkan akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan, tindakan ini dilakukan hanya untuk beberapa hari selama masa percobaan setelah itu ia akan dibawa kembali ke rumah sakit. Jika kondisi memungkinkan di mana perawatan medis yang diperlukan tersedia di peternakannya, ia akan dibawa kembali ke peternakan secara permanen.

Rumah di peternakannya telah siap untuk menyambut dirinya, dengan peralatan medis dan lift untuk membawanya dari lantai dasar ke kamarnya di lantai dua.

Sharon, sekarang berusia 82 tahun, telah terbaring pingsan/koma sejak Januari tahun 2006, pertama kali dirinya dirawat di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan kemudian di Chaim Sheba Medical Center di Tel Hashomer.

Dilaporkan pada waktu lalu Chaim Sheba Medical Center telah meminta keluarganya untuk membawa pulang Sharon, disertai dengan seorang perawat, karena "tidak ada tempat untuk memberinya pelayanan medis khusus di rumah sakit.Namun, menurut laporan, kedua putra Gilad dan Omri yang meminta ia dibawa pulang.

"ebuah dialog dengan keluarga dan staf medis sedang berlangsung terus menerus untuk melihat apakah mungkin untuk melanjutkan perawatan Sharon dalam lingkungan yang bukan rumah sakit.

Kondisi Ariel Sharon sang pembantai umat Islam Palestina saat ini, ibarat "mayat hidup", dirinya masih bernafas tapi kondisinya koma dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ini bagian dari azab Allah yang diturunkan kepada Sharon, yang selama hidupnya selalu menyengsarakan umat Islam Palestina.

Inilah Gambar-Gambar Yang Digunakan Untuk Menghipnotis