Sabtu, 14 Mei 2011

Musuh Dalam Selimut Desak Dirikan Masjid Buckingham



LONDON (Berita SuaraMedia) – Sebuah kelompok Muslim fanatik yang melakukan kampanye untuk menerapkan hukum Islam atau Syariah di Inggris ingin mengubah Istana Buckingham menjadi sebuah Masjid.

Beberapa hari sebelum reli yang berpotensi bersifat menghasut diadakan di pusat kota London, kelompok garis keras Islam4UK mengklaim telah menemukan bukti sejarah yang menantang hak Ratu untuk tinggal di properti kerajaan itu.

Imam garis keras Anjem Choudary menyerukan agar istana Ratu diubah namanya menjadi Masjid Buckingham. Mall yang berada di dekat istana akan menjadi Masjid Road.

Choudary, tangan kanan ulama Sheikh Omar Bakri Mohammed, melontarkan hal tersebut saat mendesak kaum Muslim di seluruh Inggris untuk bergabung dalam reli hari Sabtu yang menuntut pemeriksaan teliti terhadap sistem hukum Inggris dan pengenalan tentang pengadilan Syariah.

Reli protes akan dimulai pukul satu siang di luar gedung Kongres dan berakhir di Trafalgar Square, kurang dari satu mil dari Istana Buckingham, menyebabkan kekhawatiran akan situasi keamanan.

Semalam, sejumlah politisi dan kaum Muslim Inggris mengecam keras komentar Choudary itu.

Anggota parlemen Tory Philip Davies membandingkan Choudary dengan pemimpin BNP, "Pria ini benar-benar idiot. Ia adalah sosok Muslim dari Nick Griffin. Saya menerima kebebasan berbicara dan hak orang-orang untuk mengutarakan pendapat mereka, namun ada hukum yang menyebutkan tentang memicu kebencian ras. Jelas bahwa itulah yang sedang ia lakukan sekarang."

"Jika hukum ini tepat maka harus diterapkan pada kedua pihak, tidak dapat ditujukan hanya pada satu kelompok masyarakat."

Dalam situs Islam4UK, Choudary menulis "Percikan api telah dinyalakan dan kobarannya tidak akan dapat dihentikan."

"Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan kebangkitan Islam yang terus tumbuh dengan kuat."

"Kami menemukan diri kami sendiri pada tahun 2009, menanti keruntuhan Roma, Gedung Putih, dan Istana Buckingham."

Choudary mengatakan bahwa di bawah Syariah, tempat tinggal resmi Ratu di London itu akan dipasang kubah dan sistem pengeras suara untuk mengumandangkan adzan.

Istana itu akan digunakan sebagai pengadilan untuk menangani kasus-kasus Syariah dan tempat untuk menahan "tawanan perang".

Selain itu, gedung istana juga akan menjadi markas besar kepemimpinan agung Negara Islam dan Departemen Informasi dan Budaya.

Choudary juga menyerukan agar Crown Jewels dilebur menjadi "perhiasan yang lebih menarik, bebas dari pemujaan dan pengidolaan atau simbol-simbol seperti salib dan manusia."

Situs Islam4UK menunjukkan gambar rekayasa istana yang telah diubah menjadi sebuah Masjid dengan Crown Jewels yang telah dilebur.

Choudary menambahkan, "Saat ini, Istana Buckingham tidak lebih dari sebuah bangunan tanpa makna yang dieksploitasi oleh orang kaya dan ditahan dari fungsinya yang sesungguhnya."

"Di bawah hukum Syariah ini tidak akan terjadi. Komunitas Inggris akan melihatnya diubah menjadi sebuah Masjid yang berkembang dan mendatangkan manfaat, bukan hanya bagi mereka yang tinggal di London tapi juga bagi seluruh negeri."

Gerakan Islam4Uk terdiri atas anggota kelompok Muhajirin yang dulu dipimpin oleh Choudary dan kini telah dibubarkan. Sekitar 15% orang Inggris yang didakwa terlibat dalam terorisme sepuluh tahun terkahir ini adalah anggota dari atau memiliki hubungan dengan kelompok tersebut.

Pusat Kohesi Sosial memperingatkan bahayanya isi ceramah Choudary itu semalam.

Houriya Ahmed, peneliti untuk sebuah wadah pemikir independen, mengatakan, "Saya rasa mereka hanya melakukan ini untuk publikasi."

"Anjem Choudary adalah orangyang konyol. Namun bukan berarti ideologinya tidak berbahaya."

Pemimpin Muslim Abdul Hamid Qureshi, ketua Dewan Masjid Lancashire, mengatakan, "Fakta menyedihkannya adalah bahwa organisasi ini menyetir agenda tersebut. Apa yang mereka katakan benar-benar salah. Mereka hanya sekelompok kecil orang-orang. Tidak ada yang masuk akal dalam ide mereka, itu bukan Islam. Mereka sejatinya adalah musuh dalam selimut yang lebih berbahaya."

Sebelumnya, Choudary telah memantik kemarahan rakyat Inggris dengan menyerukan Ratu untuk menjadi seorang Muslim.

Ia juga menuntut dilakukannya revolusi Islam di seluruh Inggris.

Choudary, 42, mengatakan bahwa Yang Mulia – kepala Gereja Inggris – harus masuk Islam untuk memperoleh tempat di surga.

Tak hanya Ratu, Choudary juga ingin melihat anggota senior pemerintah berganti agama. "Kami mengundang semua orang mulai dari Ratu, menteri, parlemen, aristokrat, hingga orang biasa di Inggris untuk memeluk Islam."

"Selamatkan dirimu dan anak-anakmu dalam kehidupan yang penuh penderitaan ini dan persiapkan mereka untuk takdir hebat mulai sekarang."

Ia melontarkan seruan itu melalui internet untuk mempromosikan reli pada hari Sabtu. (rin/ts/vb) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar